Jumat, 10 April 2009

Aku pernah datang dan aku sangat penurut......

Buat temen-teman, sebuah kado paskah, berupa kisah nyata menghampiriku lewat email.
Tiada salah aku kembali gifting buat temen semua dan alam semesta. Semoga kehidupan selalu terjaga, selalu sehat dan bahagia lahir batin. Selalu ingat yang memberimu dan menjaga kehidupanmu.............Selamat Paskah 2009

True Story !!! Yu Yuan Gadis Kecil Berhati Malaikat, yang berjuang hidup dari Leukimia Ganas. Setelah merasa tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan segala-galanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan. Sungguh .. tak abis kata2 untuk Yu Yuan. Terima kasih telah memberikan contoh mulia kepada kami…



Kisah ini tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah "saya pernah datang dan saya sangat penurut". Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.

Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian, papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”.

Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri.

Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”. Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan, tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: “Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta.”

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudia berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,……. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. “Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”. Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis.

Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa-mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.



Kesimpulan:

Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia.

Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih

Foto Yu Yuan

http://mail.google.com/mail/h/9b725whhkyru/?view=att&th=1208f250b6ac867d&attid=0.1&disp=emb&realattid=0.1.3&zw

Kamis, 12 Maret 2009

Buat yang diabetes dan mengalami penyumbatan jantung

Bulan Pebruari 2009, merupakan musibah sekaligus berkah buat keluarga kakak istriku. Sebut saja namanya Edi Herlambang (istri tercintanya Ester Thung), dikarunia 4 orang anak, 2 laki-laki 2 perempuan.

Anak pertama Victor udah berkeluarga, anak ke Albert udah berkeluarga, anak ketiga Bertha udah berkeluarga, kemudian Anna masih single (yang mau kenalan welcome dehhhh....mumpung belum digondol orang...hehehehe)

Mereka semua merupakan keluarga besar, didampingi 5 cucu, satu lagi mo datang kedunia ini barang satu dua bulan ini......Semoga Tuhan selalu memberkati mereka semua..........

Nah ceritanya kak Edi ini suka makan daging, terutama rendang padang, teriyaki nya hokahoka bento, sayur no!.........darah tinggi deh......kemudian beliau kena stroke cukup parah, sampai masuk rumah sakit segala.....jalan nya jadi agak susah, padahal dulu kesana kemari mondar mandir kayak setrikaan kalo kerja................

Trus denger lagi beliau kena diabetes, ackhirnya makan obat jadi merupakan acara ritual rutin, ditambah pengobatan alternative akupunture, trus duduk dikursi tegangan tinggi,...semua dicoba....demi mau sehat.............

Terakhir masuk RS Mitra Kemayoran, di vonis penyumbatan jantung, sampai masuk iccu......ga puas....tanya sono tanya sini, ikutan dah....Joice putri kita pertama yang udah pengalaman ngadepin tingkah dokter yang aneh-aneh di Singapore (pengalaman ngobatain anaknya Yovan kena leukimia di NUH Singapore), bantuin ciuciu nya cari dokter yang pas buat kak Edi.

Dapat......trus masuk ke Abdi Waluyo, nah disini mesin penunjang jantung komplit tapi muehell biayanya......trus di iccu, perawatnya sembarangan kerjanya..........., akhirnya pindah ke gatot subroto, nah murah meriah disini....tetep aja keluar duit banyak...............

akhirnya dihadapkan pilihan mau di ring 3 biji atau bypass jantungnya......sempet ditolak ama kak Edi..........kalo mo mati juga jangan dibelek-belek badan gua katanya.........

Keluarga bikin rapat besar......keluarga kita cuma urun pendapat aja, ama modal dorongan moril...Jrengggg diambil keputusan operasi bypass di RS Mitra Jatinegara,...wkwkwkee...penulis sempet minta Yang Diatas, beri dah ....kesempatan kedua...Tuhan.....biar operasinya sukses........

Selesai dah operasi........sukses...sekarang dalam tahap optimalisasi badannya......semoga keluarga kak Edi kedepannya lebih cerah dan bahagia...GBU

Catatan dari penulis ternyata cukup banyak makan pikiran dan biaya untuk ngurus penyakit manusia...........

Nah ini sedikit cerita buat temen-temen handai tolan, bahwa untuk penyumbatan jantung dengan pengidap diabetes, ga usah di ring-ring lagi, langsung bypas aja........

Buat yang mau nanya ono ini soal penyakit yang satu ini bisa telpon putri kita Joice di 021 3014 5344.........Kita semua harus sebarkan Cinta Kasih untuk semua orang ...Peace....

Sabtu, 28 Februari 2009

Memperkenalkan Hydrotherapy

Memperhatikan latihan Zhen-Qi Yun Xing selama sepuluh tahunan, agak menyulitkan dalam mengajarkan kepada mereka yang sedang terbaring sakit, apalagi masih diruang ICU, itu sudah tidak mungkin lagi.

Bagi yang telah "Thungkuan" pun ada kendala serius bila penyakit nya sudah sembuh, kemudian enak-enakan tidak mau latihan rutin lagi, dipastikan penyakit lamanya akan muncul kembali dan bahkan lebih parah. Disaat itu terlambat untuk disadari..............

Latihan Zhen-Qi Yun Xing harus dilatih selama hayat dikandung badan. Istilah seperti bernapas, latihan inipun kalau boleh dikatakan tidak diperkenankan berhenti latihan, kecuali kita sudah tidak menginginkan SEHAT lagi.

Kembali ke topik Hydrotherapi, yang diketemukan kembali oleh rekan DR.Lania , yaitu hanya minum air, dalam takaran tertentu, yang ph nya sekitar 4ppm, kemudian diberikan gelombang frekuensi infra red mauun ultra violet, bahkan yang terakhir udah muncul varian-varian baru, bukan saja untuk penyembuhan penyakit, bahkan untuk kecantikan....(terutama obesitas)

Dibilangan Kebayoran Baru, tepatnya di restoran JustSteak, Vinna Panduvinata, turut mensponsori Hydrotherapi ini direstorannya, bagi sebagian pengidap kolesterol, tidak perlu takut lagi karena sudah disediakan minuman penurun kolesterol........

Untuk orang yang malas latihan Zhen-Qi Yun Xing, dapat dikombinasi dengan Hydrotherapi ini, dan sudah banyak dibuktikan para peserta seniornya.

Untuk kanker payudara, dapat dibuktikan dengan minum air Hydrotherapi ini, kemudian dibantu latihan Zhen-Qi Yun Xing (sebagai nilai + nya), kalau belum bisa akan diajarkan Gratisssss..... (hubungi Joice - 021 3013 2459)

Jumat, 04 Juli 2008

MEDITASI HEALING-QI

HEALING-QI adalah jawaban dari kekisruhan yang terjadi Yayasan ZQYX Indonesia, setelah dikomandani sekjen Hidayat Yu (digaji 3,5jt), bukan saja management yang makin amburadul, tidak jelas dan tidak open management sebagai layak nya sebuah Yayasan (yang mengatakan nirlaba).

Contoh nya kelas ZQYX di Pakubuwono Residence yang sangat-sangat dibantu oleh Ibu Anisa, pada mula nya NIKO MARTIN malah sesumbar bila 3 kelas yang diawaki sepi pengunjung dia akan mundur, malah bikin ulah dengan sekjen Hidayat Yu buka kelas di JDC (Jakarta Design Center), dan ternyata sepi malah menyalahkan volnteer tidak membantu mencari peserta.
Ongkos sewanya cukup mahal, dan tidak menghasilkan Yayasan sama sekali. (cek pengeluaran bensin mereka tiap bulannya).

Dan kepengecutannya berlanjut dengan memberhentikan para volunteer (dalam hal ini Joice dan ibu Lisa), dengan tidak mengundang ke rapat yayasan, malah diputuskan secara sewenang-wenang, mesti nya di rapat yang bersangkutan dapat dimintai pertanggungan jawab, baru diputuskan secara gentlement.

Bahwa tindakan main hakim sendiri dan kesewenang-wenangan telah terjadi dalam birokrasi Yayasan. Menurut sejarah ZQYX besar karena volunteer, dan hancur karena ulah manusia yang tidak mendalami pelajaran meditasi Zhen-Qi Yun Xing dan hanya mementingkan jabatan dan uang saja. Bukan karena kasih peduli, tetapi dibangun dari rasa irihati dan keserakahan semata.

Wahai, perhatikan motto yang pertama dikumandangkan oleh pendahulumu, "PEDULI KARENA KASIH", bukan karena peduli karena uang.

Mereka didepan orang berlagak orang lemah lembut, dibelakang culas dan membuat isuu yang tidak bertanggung jawab. Berkacalah.....berlatihlah Zhen-Qi Yung Xing secara intensip sehingga menemukan diri sendiri yang absolut.

Semoga mereka dapat insyaf dalam kehidupan ini, karena perbuatan mereka bukan saja tidak dapat membuat orang sembuh dari penyakit, dan mustahil untuk bahagia.

Sabtu, 29 Desember 2007

ZQYX Indonesia

ZQYX Indonesia adalah sebuah nama yang gampang diingat daripada Zhen-Qi Yun Xing Indonesia. Walaupun ZQYX 5 tahap disistemasikan oleh Prof. dr. Li Shao Bo dan dikembangkan pertamakali oleh Yayasan Zhen Qi Yun Xing Indonesia, yang didirikan oleh Bp. Sanoto Utomo dan Bp. Ricky Gunawan, dan dibantu Ketua Bp. Iskandar Khertadjaja dan Sek-Jend Bp.Willy Widhardjo (marga Oey).

Masyarakat yang pernah ikut latihan ZQ sirkulasi ini, juga seharusnya berterima kasih kepada volunteer-volunteer yang ikut mengembangkan pada awal perjuangannya.
Kita tidak pernah lupa dan berterima kasih kepada nama-nama dibawah ini :
Bp. Boediman, Bp. Tjiptosuroso, Bp. Nicko Martin, Bp. Iwan Sugiharto, Ibu Ambarwati, Ibu Lisa, Joice, Ibu Nelly, San-San, Wike, Erma, Elly, Amin, Yohanes,

Pada kelanjutan perjuangan menyebarkan ZQYX di Indonesia, beberapa kawan-kawan seperjuangan memisahkan diri dan membentuk Pelatihan sendiri. Karena menganggap perjuangan sebagai volunteer sudah tidak memadai lagi dengan pengorbanan waktu dan dedikasi mereka. Tapi sangat disayangkan mereka tetap membawa nama Prof. dr. Li Shao Bo tapi tidak membayar license ke Institute di Lanzhou dan mengunggulkan sebagai jebolan S2 dari Inggris. (Jangan begitu bro, tanpa ZQYX 5 tahap apakah anda bisa cari makan?)

Entah sudah berapa pengikut/alumni yang menguasai imu meditasi lain kemudian ikut belajar ZQYX dan mencoba memanfaatkan mencari sesuap nasi dibidang ini.

Kemudian banyak suara minor berhamburan ke tangan Sekjend, yang memperketat anggaran-lah, yang demi meraih cita-cita membuat rumah sakit lah, tapi tetap saja Yayasan ZQYX tidak disosialisasikan sebagai Yayasan.

Contohnya : Semua dana tidak atas nama yayasan tetapi kenama seorang pendiri, dan cukup merepotkan Sekjend waktu itu untuk menolak semua anggapan minor, walaupun hari-hari terakhir pengunduran dirinya, sanga repot dengan rapat-rapat dan negosiasi mengenai struksurisasi keuangan yayasan dan komplain mengenai kesejahteraan para guru dan volunteer.

Kemudian ribet di sekretariat setelah kepergian San-San yang ngurusi sekreatariat ke Guangzhou untuk belajar disana. San-san dalam hal ini ngurusi sekretariat tidak digajih sama sekali, seorang volunteer. Kemudian belakangan inisiatip Bp. Ricky Gunawan, disuruh ambil uang yayasan untuk makan siangnya.

Sekretariat kemudian ditangani Joice, dan dirapat diperintahkan untuk dibangun berdasarkan profesionalisme. Yang kerja mendapat gaji atau salary, tapi seharusnya tetap independent. Semua keputusan di sekretariat tetap di Sekjend, bukan kepada beberapa orang yang cukup membawa nama pendiri lalu ikut mengatur dan hanya menyuruh semena-mena kepada para juniornya dengan lagak seorang boss. (tahu dirilah...)

Hal ini sudah berlalu, dan yayasan tetap sebuah yayasan dan para aktivis ZQYX tetap menyebarkan meditasi ZQ dengan ketulusan. Bahkan kalau perlu gratisan, karena satu organisasi kalau sudah menyangkut uang, kalau tidak dikelola secara transparant dan obyektiv sulit untuk berkembang.

Semoga dengan sekjend baru, ZQYX dapat lebih berkembang dan profesionalisme dapat terwujud dalam memperjuangkan ZQYX menyehatkan bangsa dan negara tercinta kita, Indonesia.


Selasa, 21 Agustus 2007

SELAMAT JALAN CI-CIK GABY….


SELAMAT JALAN CI-CIK GABY….

(dari adik Jovan Constatin)

Gaby’s last journey to reach eternity…..

Photo di atas ini mempunyai arti yaitu :

I will okay forever…don’t worry!

Sebagai ibu saya ingin menceriterakan sekelumit kecil Gaby di hari-hari terakhir nya dirumah sakit :

- Operasi pada luka nya di perut berjalan lancar dan luka nya mulai sembuh… dan Gaby mulai bisa berjalan lagi… Woow senangnya hati saya.

- Timbul masalah lain yaitu demam yang tiada habisnya dan dokter menemukan infeksi pada paru-paru yang menyebabkan Gaby tidak bisa bernafas dengan baik dan juga terdapat infeksi pada liver nya. Team dokter menyampaikan pada saya hari Jum’at 10 Agustus 2007.

- Hari Selasa 14 Agustus 2007, team dokter memanggil saya kembali dan menyatakan Gaby dapat pulang ke Indonesia karena pengobatan leukemia belum bisa dilakukan bila masalah infeksi belum terselesaikan….selesai rapat saya kembali ke kamar dan melihat Gaby dengan pandangan sedih, Gaby sedang duduk… saya menangis di lututnya dan dia membelai kepala dan rambut saya dan berkata, “Jangan kuatir mama….”. Kemudian saya ajak dia ke kapel dirumah sakit, dan saya tanya pada Gaby apakah dia mau menerima sakramen perminyakan, dan dia mau diberi sakramen perminyakan dan menerima komuni. Selesai sakramen dan komuni dia minta untuk ditinggal sendiri didepan altar, dia mau bicara sendiri dengan Tuhan. Mukjizat terjadi…demam hilang sekembalinya Gaby dari kapel dan setelah menerima sakramen perminyakan dan komuni…..Waah senang sekali rasanya…

- Hari Rabu 15 Agustus 2007, Gaby tidak mau berbicara dari pagi dan dia mengeluh perutnya sakit. Saya ajak bercanda, dia diam Cuma memegang perutnya, lalu saya tawari untuk doa di kapel rumah sakit dan dia mengangguk….Dia berdoa lagi sendirian di depan altar dengan khusuk…. Jam 14.30 kami dipanggil team dokter lagi diberitahu bahwa Gaby besok boleh diperbolehkan pulang….. Sore hari semua saudara-saudara datang, ramai sekali kamar Gaby ada 13 orang semuanya. Mulai malam Gaby terlihat tidak bernafas dengan baik.

- Hari Kamis, 16 Agustus 2007 jam 00.30 dia mulai gelisah dan meminta tolong saya untuk di dudukkan dan dinaikkan- dia bicara "naikin terus dong ma…naikin terus ma", saya jawab ini sudah mentok mau naik kemana lagi…. Dia tetap menjawab "naikin dong ma…". Dengan nafas yang susah, lalu oksigen masker mulai dipasang. Lalu dia mengangkat tangan nya sedikit dan melambai, saya bertanya: “daag daag ke siapa?”, dia diam tidak menjawab lalu dia minta saya lepas oksigen masker nya dan bicara: “sudah cukup ma…” sembari memandang saya..lalu dia mulai gelisah tidur kekiri dan kekanan….saya langsung ingat minggu lalu dia minta di pukpuk pantatnya…

Saya naik ke atas ranjangnya dan mulai memeluk dan menepuk-nepuk pantatnya untuk tidur dengan tenang dan rupanya memang itu kemauan dia. Gaby mulai bernafas dengan tenang dalam pelukan saya, dan nafasnya perlahan-lahan berkurang dan sampai akhirnya hilang tepat jam 03.12am….

Gaby meninggal dunia dalam keadaan tenang dalam pelukan saya…Saya baru menyadari maksud dia “naikin terus ma…” setelah dia meninggal yaitu dia minta dibantu dinaikkan ke surga dan dia pamit pada saya dengan melambaikan tangannya…God is good and HE took back Gaby from all of us….

Thanks from all of us.

Nono, Lenie and Nadya

(Above story made by Lenie, Gaby’s mother)

PS; Semoga dikuatkan iman dan ketabahan buat yang ditinggalkan, dan Selamat jalan, Gaby! (dari papa mama Jovan dan grandpa Willy)



Minggu, 12 Agustus 2007

Balas budi ngurusi orang sakit dikomunitas ZQYX Indonesia


Setelah 2 tahun yang lalu, cucu saya Jovan yang lahir di Denpasar baru genap 3 tahun, di vonis oleh profesor dokter Jayadiman di RSUP Ciptomangunkusumo, mengidap Lheukemi (kanker darah). Apa pula ini? Berdoa paling khusuk udah lama saya jalani, mengabdi di vihara, kerja sosial, pokoknya kerja buat orang lain tanpa memikirkan diri sendiri maupun keluarga, sampe-sampe sering berantem sama istri gara-gara uang dapur tidak ngasih lagi.

Anak-anak kami 4 orang, 2 orang perempuan 2 orang laki-laki, yang pertama perempuan, Joice (mama Jovan & Jane) bersuamikan orang Petojo, Tedi Gunawan; yang kedua perempuan, Reno KD (akrab disapa San-San), putus kuliah Grapic Design, akhir Agustus 2007 ini berangkat ke Guangzhou mendalami bahasa nenek moyangnya, untung masih ada yang membiayainya yaitu adik laki saya satu-satunya, Freddie yang mempunyai istri Lina, berputrakan 2 orang, yaitu Adrian dan Edwin.

Anak kami yang ketiga Leo, jebolan Cyber College jurusan website dan nggak kunjung keluar ijazahnya, bener-bener ngawur dah tu College-Colegge gituan nggak bonafid bener dah! Untung si Leo , rada gape ngurusin website dan ditarik dosennya kerja animasi flash di Ciputat, Jakarta Selatan, baru 8 bulan perusahaannya bangkrut, boss nya bilang dikemplang departemen pemerintah sampai rugi 40 juta tiap bulannya, sekarang nganggur deh!

Yang keempat Anes, wah paling males, baru tahun kedua di Animation Cyber College, langsung cuti kekurangan biaya, terus kursus komputer, kursus bahasa Jepang, belum kerja. Ke-empat2 anak saya tersebut terlibat langsung dikegiatan Pelatihan Zhen-Qi Yun Xing (Prof. dr. Li Shao Bo).

Joice, anak pertama kebagian ngurusin PR, yang kedua San-San ngurusin name tag, sertipikat, terima telpon dari calon peserta, Leo anak laki-laki ngurusin website dan powerpoint untuk presentasi sedang Anes anak bungsu kebagian juru foto dan kular kilir betulin projector dan hardware komputer. terakhir istri saya ngurusi calon peserta yang berbahasa mandarin, nyiapin snack dan air minum peserta ZQYX. Kesemuanya ini berkat omongan saya kemereka, bahwa adanya cucu saya yang sakit kanker darah ini, dikarenakan "keluarga kita kurang berbuat baik kesesama". Syukur himbauan ini ditindaklanjuti dengan semua keluarga menjadi volunteer di ZQYX Indonesia.

Soal capek ya capek tapi kalo ngeliat orang sakit ikut latihan kemudian lapor kekita penyakitnya berkurang atau sembuh senangnya bukan main, kalo tidak ada kemajuan atau sampai meninggal, aduh....sedihnya bukan main!
Saya juga ngomong kekeluarga, pantang menyerah dalam menolong orang sakit, semua ini kita juga sedang beribadah, menjaga kehidupan dan meneruskan cita-cita jiwanya langit. Menolong kehidupan!