Sabtu, 29 Desember 2007

ZQYX Indonesia

ZQYX Indonesia adalah sebuah nama yang gampang diingat daripada Zhen-Qi Yun Xing Indonesia. Walaupun ZQYX 5 tahap disistemasikan oleh Prof. dr. Li Shao Bo dan dikembangkan pertamakali oleh Yayasan Zhen Qi Yun Xing Indonesia, yang didirikan oleh Bp. Sanoto Utomo dan Bp. Ricky Gunawan, dan dibantu Ketua Bp. Iskandar Khertadjaja dan Sek-Jend Bp.Willy Widhardjo (marga Oey).

Masyarakat yang pernah ikut latihan ZQ sirkulasi ini, juga seharusnya berterima kasih kepada volunteer-volunteer yang ikut mengembangkan pada awal perjuangannya.
Kita tidak pernah lupa dan berterima kasih kepada nama-nama dibawah ini :
Bp. Boediman, Bp. Tjiptosuroso, Bp. Nicko Martin, Bp. Iwan Sugiharto, Ibu Ambarwati, Ibu Lisa, Joice, Ibu Nelly, San-San, Wike, Erma, Elly, Amin, Yohanes,

Pada kelanjutan perjuangan menyebarkan ZQYX di Indonesia, beberapa kawan-kawan seperjuangan memisahkan diri dan membentuk Pelatihan sendiri. Karena menganggap perjuangan sebagai volunteer sudah tidak memadai lagi dengan pengorbanan waktu dan dedikasi mereka. Tapi sangat disayangkan mereka tetap membawa nama Prof. dr. Li Shao Bo tapi tidak membayar license ke Institute di Lanzhou dan mengunggulkan sebagai jebolan S2 dari Inggris. (Jangan begitu bro, tanpa ZQYX 5 tahap apakah anda bisa cari makan?)

Entah sudah berapa pengikut/alumni yang menguasai imu meditasi lain kemudian ikut belajar ZQYX dan mencoba memanfaatkan mencari sesuap nasi dibidang ini.

Kemudian banyak suara minor berhamburan ke tangan Sekjend, yang memperketat anggaran-lah, yang demi meraih cita-cita membuat rumah sakit lah, tapi tetap saja Yayasan ZQYX tidak disosialisasikan sebagai Yayasan.

Contohnya : Semua dana tidak atas nama yayasan tetapi kenama seorang pendiri, dan cukup merepotkan Sekjend waktu itu untuk menolak semua anggapan minor, walaupun hari-hari terakhir pengunduran dirinya, sanga repot dengan rapat-rapat dan negosiasi mengenai struksurisasi keuangan yayasan dan komplain mengenai kesejahteraan para guru dan volunteer.

Kemudian ribet di sekretariat setelah kepergian San-San yang ngurusi sekreatariat ke Guangzhou untuk belajar disana. San-san dalam hal ini ngurusi sekretariat tidak digajih sama sekali, seorang volunteer. Kemudian belakangan inisiatip Bp. Ricky Gunawan, disuruh ambil uang yayasan untuk makan siangnya.

Sekretariat kemudian ditangani Joice, dan dirapat diperintahkan untuk dibangun berdasarkan profesionalisme. Yang kerja mendapat gaji atau salary, tapi seharusnya tetap independent. Semua keputusan di sekretariat tetap di Sekjend, bukan kepada beberapa orang yang cukup membawa nama pendiri lalu ikut mengatur dan hanya menyuruh semena-mena kepada para juniornya dengan lagak seorang boss. (tahu dirilah...)

Hal ini sudah berlalu, dan yayasan tetap sebuah yayasan dan para aktivis ZQYX tetap menyebarkan meditasi ZQ dengan ketulusan. Bahkan kalau perlu gratisan, karena satu organisasi kalau sudah menyangkut uang, kalau tidak dikelola secara transparant dan obyektiv sulit untuk berkembang.

Semoga dengan sekjend baru, ZQYX dapat lebih berkembang dan profesionalisme dapat terwujud dalam memperjuangkan ZQYX menyehatkan bangsa dan negara tercinta kita, Indonesia.


1 komentar:

Unknown mengatakan...

kalo yayasan ini udah brantakan gini.
mau latihan musti contact ke mana yah?