Selasa, 21 Agustus 2007

SELAMAT JALAN CI-CIK GABY….


SELAMAT JALAN CI-CIK GABY….

(dari adik Jovan Constatin)

Gaby’s last journey to reach eternity…..

Photo di atas ini mempunyai arti yaitu :

I will okay forever…don’t worry!

Sebagai ibu saya ingin menceriterakan sekelumit kecil Gaby di hari-hari terakhir nya dirumah sakit :

- Operasi pada luka nya di perut berjalan lancar dan luka nya mulai sembuh… dan Gaby mulai bisa berjalan lagi… Woow senangnya hati saya.

- Timbul masalah lain yaitu demam yang tiada habisnya dan dokter menemukan infeksi pada paru-paru yang menyebabkan Gaby tidak bisa bernafas dengan baik dan juga terdapat infeksi pada liver nya. Team dokter menyampaikan pada saya hari Jum’at 10 Agustus 2007.

- Hari Selasa 14 Agustus 2007, team dokter memanggil saya kembali dan menyatakan Gaby dapat pulang ke Indonesia karena pengobatan leukemia belum bisa dilakukan bila masalah infeksi belum terselesaikan….selesai rapat saya kembali ke kamar dan melihat Gaby dengan pandangan sedih, Gaby sedang duduk… saya menangis di lututnya dan dia membelai kepala dan rambut saya dan berkata, “Jangan kuatir mama….”. Kemudian saya ajak dia ke kapel dirumah sakit, dan saya tanya pada Gaby apakah dia mau menerima sakramen perminyakan, dan dia mau diberi sakramen perminyakan dan menerima komuni. Selesai sakramen dan komuni dia minta untuk ditinggal sendiri didepan altar, dia mau bicara sendiri dengan Tuhan. Mukjizat terjadi…demam hilang sekembalinya Gaby dari kapel dan setelah menerima sakramen perminyakan dan komuni…..Waah senang sekali rasanya…

- Hari Rabu 15 Agustus 2007, Gaby tidak mau berbicara dari pagi dan dia mengeluh perutnya sakit. Saya ajak bercanda, dia diam Cuma memegang perutnya, lalu saya tawari untuk doa di kapel rumah sakit dan dia mengangguk….Dia berdoa lagi sendirian di depan altar dengan khusuk…. Jam 14.30 kami dipanggil team dokter lagi diberitahu bahwa Gaby besok boleh diperbolehkan pulang….. Sore hari semua saudara-saudara datang, ramai sekali kamar Gaby ada 13 orang semuanya. Mulai malam Gaby terlihat tidak bernafas dengan baik.

- Hari Kamis, 16 Agustus 2007 jam 00.30 dia mulai gelisah dan meminta tolong saya untuk di dudukkan dan dinaikkan- dia bicara "naikin terus dong ma…naikin terus ma", saya jawab ini sudah mentok mau naik kemana lagi…. Dia tetap menjawab "naikin dong ma…". Dengan nafas yang susah, lalu oksigen masker mulai dipasang. Lalu dia mengangkat tangan nya sedikit dan melambai, saya bertanya: “daag daag ke siapa?”, dia diam tidak menjawab lalu dia minta saya lepas oksigen masker nya dan bicara: “sudah cukup ma…” sembari memandang saya..lalu dia mulai gelisah tidur kekiri dan kekanan….saya langsung ingat minggu lalu dia minta di pukpuk pantatnya…

Saya naik ke atas ranjangnya dan mulai memeluk dan menepuk-nepuk pantatnya untuk tidur dengan tenang dan rupanya memang itu kemauan dia. Gaby mulai bernafas dengan tenang dalam pelukan saya, dan nafasnya perlahan-lahan berkurang dan sampai akhirnya hilang tepat jam 03.12am….

Gaby meninggal dunia dalam keadaan tenang dalam pelukan saya…Saya baru menyadari maksud dia “naikin terus ma…” setelah dia meninggal yaitu dia minta dibantu dinaikkan ke surga dan dia pamit pada saya dengan melambaikan tangannya…God is good and HE took back Gaby from all of us….

Thanks from all of us.

Nono, Lenie and Nadya

(Above story made by Lenie, Gaby’s mother)

PS; Semoga dikuatkan iman dan ketabahan buat yang ditinggalkan, dan Selamat jalan, Gaby! (dari papa mama Jovan dan grandpa Willy)



Minggu, 12 Agustus 2007

Balas budi ngurusi orang sakit dikomunitas ZQYX Indonesia


Setelah 2 tahun yang lalu, cucu saya Jovan yang lahir di Denpasar baru genap 3 tahun, di vonis oleh profesor dokter Jayadiman di RSUP Ciptomangunkusumo, mengidap Lheukemi (kanker darah). Apa pula ini? Berdoa paling khusuk udah lama saya jalani, mengabdi di vihara, kerja sosial, pokoknya kerja buat orang lain tanpa memikirkan diri sendiri maupun keluarga, sampe-sampe sering berantem sama istri gara-gara uang dapur tidak ngasih lagi.

Anak-anak kami 4 orang, 2 orang perempuan 2 orang laki-laki, yang pertama perempuan, Joice (mama Jovan & Jane) bersuamikan orang Petojo, Tedi Gunawan; yang kedua perempuan, Reno KD (akrab disapa San-San), putus kuliah Grapic Design, akhir Agustus 2007 ini berangkat ke Guangzhou mendalami bahasa nenek moyangnya, untung masih ada yang membiayainya yaitu adik laki saya satu-satunya, Freddie yang mempunyai istri Lina, berputrakan 2 orang, yaitu Adrian dan Edwin.

Anak kami yang ketiga Leo, jebolan Cyber College jurusan website dan nggak kunjung keluar ijazahnya, bener-bener ngawur dah tu College-Colegge gituan nggak bonafid bener dah! Untung si Leo , rada gape ngurusin website dan ditarik dosennya kerja animasi flash di Ciputat, Jakarta Selatan, baru 8 bulan perusahaannya bangkrut, boss nya bilang dikemplang departemen pemerintah sampai rugi 40 juta tiap bulannya, sekarang nganggur deh!

Yang keempat Anes, wah paling males, baru tahun kedua di Animation Cyber College, langsung cuti kekurangan biaya, terus kursus komputer, kursus bahasa Jepang, belum kerja. Ke-empat2 anak saya tersebut terlibat langsung dikegiatan Pelatihan Zhen-Qi Yun Xing (Prof. dr. Li Shao Bo).

Joice, anak pertama kebagian ngurusin PR, yang kedua San-San ngurusin name tag, sertipikat, terima telpon dari calon peserta, Leo anak laki-laki ngurusin website dan powerpoint untuk presentasi sedang Anes anak bungsu kebagian juru foto dan kular kilir betulin projector dan hardware komputer. terakhir istri saya ngurusi calon peserta yang berbahasa mandarin, nyiapin snack dan air minum peserta ZQYX. Kesemuanya ini berkat omongan saya kemereka, bahwa adanya cucu saya yang sakit kanker darah ini, dikarenakan "keluarga kita kurang berbuat baik kesesama". Syukur himbauan ini ditindaklanjuti dengan semua keluarga menjadi volunteer di ZQYX Indonesia.

Soal capek ya capek tapi kalo ngeliat orang sakit ikut latihan kemudian lapor kekita penyakitnya berkurang atau sembuh senangnya bukan main, kalo tidak ada kemajuan atau sampai meninggal, aduh....sedihnya bukan main!
Saya juga ngomong kekeluarga, pantang menyerah dalam menolong orang sakit, semua ini kita juga sedang beribadah, menjaga kehidupan dan meneruskan cita-cita jiwanya langit. Menolong kehidupan!