Minggu, 12 Agustus 2007

Balas budi ngurusi orang sakit dikomunitas ZQYX Indonesia


Setelah 2 tahun yang lalu, cucu saya Jovan yang lahir di Denpasar baru genap 3 tahun, di vonis oleh profesor dokter Jayadiman di RSUP Ciptomangunkusumo, mengidap Lheukemi (kanker darah). Apa pula ini? Berdoa paling khusuk udah lama saya jalani, mengabdi di vihara, kerja sosial, pokoknya kerja buat orang lain tanpa memikirkan diri sendiri maupun keluarga, sampe-sampe sering berantem sama istri gara-gara uang dapur tidak ngasih lagi.

Anak-anak kami 4 orang, 2 orang perempuan 2 orang laki-laki, yang pertama perempuan, Joice (mama Jovan & Jane) bersuamikan orang Petojo, Tedi Gunawan; yang kedua perempuan, Reno KD (akrab disapa San-San), putus kuliah Grapic Design, akhir Agustus 2007 ini berangkat ke Guangzhou mendalami bahasa nenek moyangnya, untung masih ada yang membiayainya yaitu adik laki saya satu-satunya, Freddie yang mempunyai istri Lina, berputrakan 2 orang, yaitu Adrian dan Edwin.

Anak kami yang ketiga Leo, jebolan Cyber College jurusan website dan nggak kunjung keluar ijazahnya, bener-bener ngawur dah tu College-Colegge gituan nggak bonafid bener dah! Untung si Leo , rada gape ngurusin website dan ditarik dosennya kerja animasi flash di Ciputat, Jakarta Selatan, baru 8 bulan perusahaannya bangkrut, boss nya bilang dikemplang departemen pemerintah sampai rugi 40 juta tiap bulannya, sekarang nganggur deh!

Yang keempat Anes, wah paling males, baru tahun kedua di Animation Cyber College, langsung cuti kekurangan biaya, terus kursus komputer, kursus bahasa Jepang, belum kerja. Ke-empat2 anak saya tersebut terlibat langsung dikegiatan Pelatihan Zhen-Qi Yun Xing (Prof. dr. Li Shao Bo).

Joice, anak pertama kebagian ngurusin PR, yang kedua San-San ngurusin name tag, sertipikat, terima telpon dari calon peserta, Leo anak laki-laki ngurusin website dan powerpoint untuk presentasi sedang Anes anak bungsu kebagian juru foto dan kular kilir betulin projector dan hardware komputer. terakhir istri saya ngurusi calon peserta yang berbahasa mandarin, nyiapin snack dan air minum peserta ZQYX. Kesemuanya ini berkat omongan saya kemereka, bahwa adanya cucu saya yang sakit kanker darah ini, dikarenakan "keluarga kita kurang berbuat baik kesesama". Syukur himbauan ini ditindaklanjuti dengan semua keluarga menjadi volunteer di ZQYX Indonesia.

Soal capek ya capek tapi kalo ngeliat orang sakit ikut latihan kemudian lapor kekita penyakitnya berkurang atau sembuh senangnya bukan main, kalo tidak ada kemajuan atau sampai meninggal, aduh....sedihnya bukan main!
Saya juga ngomong kekeluarga, pantang menyerah dalam menolong orang sakit, semua ini kita juga sedang beribadah, menjaga kehidupan dan meneruskan cita-cita jiwanya langit. Menolong kehidupan!

Tidak ada komentar: